7 Fakta Menarik Tentang Pendiri Facebook Mark Zuckerberg
Facebook, yang kini dikenal sebagai Meta Platforms Inc., telah menjadi salah satu platform sosial terbesar di dunia, menghubungkan miliaran pengguna setiap harinya. Di balik kesuksesan raksasa digital ini, berdiri seorang tokoh yang dikenal karena kecerdasannya sekaligus kontroversinya — Mark Zuckerberg. Ia tidak hanya menjadi simbol inovasi digital, tetapi juga contoh bagaimana ambisi muda dapat mengubah wajah dunia. Namun, di balik cerita suksesnya, terdapat sejumlah fakta menarik yang jarang diketahui publik.
Artikel ini akan mengulas tujuh fakta menarik tentang Mark Zuckerberg, mulai dari kehidupan pribadinya, perjalanan menciptakan Facebook, hingga kebiasaannya yang unik. Fakta-fakta ini menunjukkan bahwa sosok Zuckerberg jauh lebih kompleks daripada sekadar seorang miliarder teknologi.
1. Menciptakan Facebook dari Kamar Asrama Harvard
Mark Zuckerberg memulai Facebook pada tahun 2004, ketika ia masih berusia 19 tahun dan berstatus mahasiswa Harvard University. Awalnya, platform ini bernama “TheFacebook”, dan hanya ditujukan untuk mahasiswa Harvard agar bisa saling terhubung secara online. Namun, popularitasnya menyebar dengan cepat ke kampus lain di Amerika Serikat, hingga akhirnya berkembang menjadi platform global.
Kisah ini menjadi bukti betapa ide sederhana dapat tumbuh menjadi kekuatan besar ketika digabungkan dengan visi dan keberanian. Kini, Facebook bukan hanya tempat berbagi foto dan status, tetapi juga fondasi bagi ekosistem digital Meta yang mencakup Instagram, WhatsApp, dan Threads.
2. Mampu Membaca dan Berbicara dalam Bahasa Kuno
Zuckerberg dikenal memiliki ketertarikan mendalam pada bahasa. Ia mampu membaca dan berbicara dalam beberapa bahasa, termasuk Latin kuno. Ketertarikan ini tumbuh sejak ia bersekolah di Phillips Exeter Academy, di mana ia belajar bahasa Latin dan menunjukkan kemampuan akademik yang luar biasa.
Kecintaannya pada bahasa bahkan terbawa ke kehidupannya saat ini. Zuckerberg sering mempelajari bahasa baru setiap tahun sebagai tantangan pribadi. Salah satunya adalah bahasa Mandarin, yang ia pelajari agar bisa berkomunikasi dengan keluarga istrinya, Priscilla Chan, yang keturunan Tionghoa.
3. Menolak Tawaran Uang Raksasa dari Yahoo
Pada tahun 2006, hanya dua tahun setelah meluncurkan Facebook, Mark Zuckerberg mendapat tawaran dari Yahoo sebesar US$ 1 miliar untuk membeli perusahaannya. Kebanyakan orang mungkin akan langsung menerima tawaran sebesar itu, apalagi di usia muda. Namun, Zuckerberg menolak mentah-mentah.
Keputusan ini sempat membuat para investor awalnya kecewa, tetapi waktu membuktikan betapa visionernya langkah tersebut. Kini, nilai Meta telah mencapai ratusan miliar dolar, dan Facebook menjadi salah satu merek paling berpengaruh di dunia teknologi.
4. Sering Memakai Pakaian yang Sama Setiap Hari
Salah satu ciri khas Mark Zuckerberg adalah penampilannya yang sederhana — kaus abu-abu polos, celana jeans, dan jaket hoodie. Ia pernah mengungkapkan bahwa alasannya mengenakan pakaian yang sama setiap hari adalah untuk mengurangi keputusan kecil dalam hidupnya.
Bagi Zuckerberg, energi mental sebaiknya digunakan untuk hal yang lebih penting, seperti mengembangkan produk dan membuat keputusan bisnis. Filosofi ini mirip dengan tokoh-tokoh besar lain seperti Steve Jobs dan Albert Einstein, yang juga dikenal dengan gaya berpakaian minimalis.
5. Mendirikan “Chan Zuckerberg Initiative” untuk Kemanusiaan
Bersama istrinya, Priscilla Chan, Zuckerberg mendirikan organisasi filantropi bernama Chan Zuckerberg Initiative (CZI) pada tahun 2015. Tujuan organisasi ini adalah memajukan pendidikan, sains, dan keadilan sosial di seluruh dunia.
Pasangan ini bahkan berkomitmen menyumbangkan 99% dari saham Facebook mereka sepanjang hidup untuk mendanai misi ini. CZI telah mendukung berbagai proyek, mulai dari riset penyakit langka hingga program pendidikan berbasis teknologi.
6. Pernah Menjadi Vegetarisan dan Menyembelih Makanannya Sendiri
Zuckerberg pernah berjanji pada dirinya sendiri untuk hanya memakan daging dari hewan yang ia sembelih sendiri. Tantangan ini ia lakukan pada tahun 2011 sebagai bentuk kesadaran terhadap proses produksi makanan dan kehidupan hewan.
Ia mengaku bahwa pengalaman itu membuatnya lebih menghargai makanan yang dikonsumsi dan berpikir lebih dalam tentang dampak manusia terhadap lingkungan. Meskipun kebiasaan itu tidak berlangsung selamanya, sikap reflektif ini menunjukkan sisi humanis dari sang pendiri Facebook.
7. Sempat Menjadi Tokoh Termuda Masuk Daftar Miliarder Dunia
Mark Zuckerberg masuk dalam daftar miliarder termuda di dunia versi Forbes pada usia 23 tahun. Ia menjadi simbol generasi baru pengusaha teknologi yang sukses besar di usia muda berkat ide brilian dan keberanian mengambil risiko.
Namun, kekayaan itu tidak membuatnya berhenti bekerja keras. Zuckerberg tetap memimpin Meta dan berfokus pada pengembangan teknologi masa depan seperti metaverse dan kecerdasan buatan (AI). Visi jangka panjangnya menunjukkan bahwa ambisi Zuckerberg bukan hanya soal bisnis, tapi juga tentang membentuk masa depan dunia digital.
Penutup
Mark Zuckerberg adalah contoh nyata bagaimana inovasi, ketekunan, dan visi besar dapat mengubah dunia. Ia bukan hanya seorang pengusaha, tetapi juga simbol transformasi sosial di era digital. Dari kamar kecil di Harvard hingga memimpin salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia, kisahnya mengajarkan kita bahwa setiap ide — sekecil apa pun — bisa menjadi kekuatan global bila dijalankan dengan tekad dan tujuan yang jelas.